"Hadiah" miom

Empat tahun lalu saya mengalami pengalaman yang sangat aneh, Tepatnya Bulan Februari 2014, setiap kali memasuki periode akhir menstruasi (biasanya saya deras-derasnya hari ke-1-2) atau kira-kira hari ke enam, ada flek darah berwarna pekat kehitaman. dua bulan dengan gejala yang sama, iseng saya periksakan ke obygn (mana sendirian pas periksa, karena suami harus nganterin mertua yang sakit periksa juga di RS) Dokter Ardi dengan hati-hati dan tertunduk (mungkin tidak tega ya, karena aku sendirian hikz) mengatakan kalau ada miom dengan ukuran 8 cm di rahimku, dokter sempat heran dan berkata "apakah ibu tidak merasakan sakit/gejala yang lain sebelumnya? apakah tidak sakit waktu dibuat berhubungan?" ku jawab "tidak dok, tidak sakit dan saya juga tidak pernah nyeri haid". sampai dokter belum 100% yakin, dan saya disuruh test kehamilan karena bisa jadi itu hamil anggur. dan tes pun dilakukan hasilnya juga negatif (karena saya juga baru selesai menstruasi ya). Jadi teman-teman pengalaman setiap orang berbeda, beberapa teman saya tidak merasakan gejala atau sakit, bahkan selama periode menstruasi. sedangkan teman-teman lainnya sebagian mengalami:

  • Masa menstruasi yang menyakitkan (orang jawa bilang dilepen)
  • Menstruasi berlebihan (setiap dua jam musti ganti pembalut)
  • Sakit/nyeri di rongga panggul dan punggung
  • Rasa tidak nyaman bahkan sakit ketika dibuat "berhubungan"
  • susah BAB tapi sering BAK
  • Sulit hamil ataupun kalau bisa hamil resiko keguguran besar

Miom sendiri bisa diartikan "Kutil/benjolan" yang berisi daging padat (seperti pentol). jadi miom adalah pertumbuhan sel otot/tumor di dalam atau di sekitar rahim yang bersifat abnormal. miom bisanya bersifat jinak namun apabila ukurannya bertambah besar akan semakin menekan organ lainnya termasuk kandung kemih, jadi sering BAK repot juga kan kalau sering-sering ke kamar mandi, padahal yang dikeluarin cuma dikit banget p: hehe
kebanyakan orang menyamakan dengan Kista ya (meskipun mereka sodaraan xixixi), berbeda dengan miom, Kista adalah "kutil/benjolan" yang berisi cairan. karena berisi cairan kista lebih mudah diobati. teman saya kista 5cm hilang hanya dengan minum rebusan daun sirsak (ngerebusnya pakai kuali yang dari tanah liat) dan teman lainnya kistanya juga hilang setelah rajin minum sari kunyit putih. adik saya sebelum hamil ada kista banyak ya, setelah melahirkan kistanya hilang semua. kalau menurut saya sih, berobat itu jodoh-jodohan ya, yang terpenting ikhtiar dan berdoa, Allah pasti punya rencana terbaik buat kita.

Kembali ke cerita saya....
dari sini saya mencoba mencari second opinion, eh tiga malahan, semuanya jawabannya sama solusinya adalah operasi dan akan disisakan rahimnya sedikit karena masih usia produktif, tapi kalau rahimnya tidak bisa diselamatkan ya harus dibuang hikz. Ya Allah saya sudah dua kali SC waktu melahirkan anak, dan entah tiba-tiba saya berkeinginan menambah anak lagi (sebelum berpulang padaNya, karena memang saya belum punya anak cewek. doa saya berikutnya adalah diberikan kesembuhan dan kesempatan untuk menambah anak lagi. Sedih dan fikiran kacau, aktif browsing tentang miom, saya juga aktif di komunitas (untuk share dan saling support/pencerahan) di Female Dayli, Pengalaman beberapa member yang brobat ke luar negeri, (Malay n SGP) disana dokter lebih teliti dan ga gampang "buang rahim" ya. teman saya miom size 15 dan 20 cm aja, masih bisa terselamatkan rahimnya. (secara memang lebih gampang ngambil sekalian "rumahnya" daripada meilah-milah), dan anjuran dokter sana agar menghindari makanan yang mengandung pengawet, penyedap, pengawet, pewarna, pengenyal dll, atau makanan produk kedelai karena mengandung senyawa hormon fitrostrogen, agar si miom ga makin subur yaa..

 saya mencuba berobat dari yang masuk akal sampai yang ga masuk akal, Usaha yang sudah saya lakukan adalah:

  • berbulan-bulan minum rebusan daun sirsak yang direbus pakai kuali, helai daun ke tujuh sampai tiga belas dari pucuk.
  • minum rebusan daun tapak dara beserta bunganya buat lalapan
  • minum rebusan kulit manggis yang masih fresh, sumpah rasanya pahit sekali. dan sebulan lamanya sampai lambung saya ga kuat. begitu minum langsung muntah, akhirnya stop
  • minum tumbukan daun mimba yang pahitnya minta ampun
  • berobat ke aneka alternatif, pijat sampai disuruh minum jamu-jamuan rebusan dari sana (ga tahu bahannya)
  • berobat ke alternatif yang konon katanya bisa mindahin penyakti ke hewan (beli kambing juga buat media)
  • beralih ke herbal, atas saran teman memakai produk *elilea, dimana disuruh detoks selama 10 hari hanya minum GFO (ekstra sayur) dan ekstra apel. konon miom akan keluar sendiri setelah detoks. kenyataannya perut saya bertambah buncit dan mengeras dan konstipasi. dan lagi bagaimana si miom bisa keluar sendiri kalau dia ibarat daging padet yang nempel erat di dinding.
  • berobat ke shinsei di Surabaya (karena pernah baca blogger yang bisa sembuh dengan sakit yang sama). shinsei ini dulu juga dokter dan dosen di Unair yang kemudian menekuni akupuntur. beliau berdoa menurut agamanya sebelum mlengobati pasien, dan beliau juga diberi indra ke enam, dimana bisa mendeteksi sakit tanpa kita menyebutkan sakitnya. pantangannya banyak sekali yaaa, cabe, ayam telur n daging dari peternakan yang dikasih makan pur. buah hanya boleh pisang dan pepaya yang tumbuh liar, madu, semua sea food dilarang seumur hidup.. ohh nooo dan saya makan apa dong. selama tiga bulan saya kuat hanya makan sayur bening bayam dan lauk sepotong tahu tempe aja. dan menurut shinsei perkembangannya bagus. berikutnya godaan makan di kantor sangat berat, dimana setiap hari saya lihat teman saya makan bakso, rujak, nasi pecel, dan sayapun cuma bisa melihat hehehe, hingga sesekali saya melanggar pantangan makanan. hebatnya shinsei ini langsun tahu juga loh. berobat di shinsei ini selama kurleb delapan bulan ya.
  • Therapy Quantum Ikhlas. karena stres yang luar biasa atas semua usaha belum membuahkan hasil. dan karena stres pula ukuran miom membesar hingga 13 cm, dari sini saya mulai merasakan deritanya sering BAK, gampang capek n lemes (karena setiap kali makan nutrisinya lari ke miom heheheh), setiap kali haid sering nembus (walau udah sering ganti pembalut) temen saya malah harus transfusi darah setiap kali haid. kadang terasa nyeri di bawah rongga pangul sampai Miss V bagian dalam *)maaf agak vulgar bahasanya hehehe. perut nambah buncit kayak orang hamildun 5 bulan, sedihnya setiap kali ketemu teman atau tetangga dikira hamil hikz. ditambah tiap malam nangis, suamipun ga tega, dia bela-belain daftarin therapy ini walaupun mahal (karena saat itu kami lagi bokek2nya). dsitu intinya mengajak kita ikhlas dan bersyukur bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini sudah ada yang mengatur. kita diajak bagaimana cara berdoa yang baik, bagaiamana cara berdamai dengan keadaan. dannn hasilnya saya lebih ikhlas dan tenang ya, alhamdulillah terimakasih Ya Allah, terimakasih suamiku
to be continue...


Komentar